PEMBENTUKAN DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA) DESA KARANGGONDANG
Karanggondang – Pemerintah Desa Karanggondang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, melaksanakan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan pembentukan Destana diikuti oleh unsur Pemerintah Desa, calon Tim Relawan Desa Tangguh Bencana, serta perwakilan masyarakat Desa Karanggondang. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah narasumber dari berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana dan keamanan wilayah, yaitu Mokhamad Santiaji, S.E. selaku Camat Karangkobar; Suprayogo, S.IP., selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama Tim; AIPTU Tri Cahyo Purnomo, selaku PS Kanit Binmas Polsek Karangkobar; serta Pelda Sujatnoto, selaku Ba Ti Tuud R 04/Krb dari Koramil 04 Karangkobar.
Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat
Dalam pemaparannya, Camat Karangkobar, Mokhamad Santiaji, S.E., menyampaikan pentingnya peran serta masyarakat dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.
Sementara itu, Suprayogo, S.IP., Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjarnegara, memberikan materi mengenai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya mengenali potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar, melakukan mitigasi, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Dari unsur kepolisian, AIPTU Tri Cahyo Purnomo, PS Kanit Binmas Polsek Karangkobar, memberikan materi mengenai peran masyarakat dan unsur keamanan dalam menjaga ketertiban serta mendukung penanganan kondisi darurat. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, kepolisian, dan seluruh unsur terkait dinilai sangat penting agar penanganan bencana dapat berjalan dengan cepat dan terkoordinasi.
Sedangkan dari unsur TNI, Pelda Sujatnoto, Ba Ti Tuud R 04/Krb Koramil 04 Karangkobar, turut memberikan penguatan mengenai pentingnya kebersamaan, kedisiplinan, gotong royong, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Membangun Desa yang Tangguh dan Mandiri
Pembentukan Destana di Desa Karanggondang diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Masyarakat tidak hanya diharapkan menjadi pihak yang menerima bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Melalui Destana, masyarakat juga diharapkan mampu mengenali potensi risiko yang ada di wilayahnya serta menyusun langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi dampak bencana. Keberadaan relawan dan kelompok masyarakat yang memiliki pengetahuan serta keterampilan kebencanaan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan desa yang tangguh.
Pemerintah Desa Karanggondang berharap pembentukan Destana ini tidak berhenti pada kegiatan pembentukan semata, tetapi dapat dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti sosialisasi kebencanaan, pelatihan relawan, simulasi evakuasi, pemetaan risiko bencana, penyusunan rencana kesiapsiagaan, serta koordinasi secara berkala dengan BPBD dan unsur terkait lainnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara Pemerintah Desa Karanggondang, Kecamatan Karangkobar, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Polsek Karangkobar, Koramil 04 Karangkobar, serta masyarakat dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.
Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Karanggondang, diharapkan seluruh masyarakat semakin sadar, peduli, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana sehingga risiko dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Desa Karanggondang – Bersama Membangun Desa yang Tangguh, Siaga, dan Peduli Bencana.